Pengunjung Blog

Histats.com © 2005-2014

INFO BABEL

PEMDA BELITUNG

PEMDA BELITUNG TIMUR

BUKA FOTO UNIK ATAU VIDEO UNIK, ANDA AKAN TERSENYUM

LAPANGAN BOLA

Diposkan oleh On 7:19 AM with No comments



JUAL BELI LAPANGAN BOLA MASDA DESA AIK RAYAK BAGAIKAN BOLA PANAS

SERET MAFIA TANAH KE PENGADILAN

                                         
Masyarakat Desa Aik Rayak heboh dengan  diperjual belikannya Lapangan Bola Masda yang telah Puluhan Tahun menjadi lapangan bola masyarakat Desa Aik Rayak Kecamatan Tanjungpandan Kabupaten Belitung  Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
            Anehnya Lapangan Bola Masda tersebut dijual namun tidak ada yang merasa menjualnya, Zahrina atau biasa disapa Mak Itam Warga Jalan Air Kelubi RT. 019/ 007 Desa Aik Rayak Kecamatan Tanjungpandan, dirinya mengatakan tidak pernah merasa menjualnya.  “ Saya merasa tidak pernah menjual Lapangan Bola Masda Desa Air Rayak tersebut, itu bukan lagi tanah saya.  Karena pada Tahun 1981 saya telah mendapatkan uang sebesar Rp.450.000 dari saudara Gunawan Pemilik Purasahan Kaolin Gualok Rp.400.000 untuk saya Rp.50.000 untuk Desa dulunya sebagai ganti rugi tanaman saya. Lapangan Bola Masda tersebut sudah lama dikuasai Desa Aik Rayak dan dijadikan Lapangan Bola, namun pada Bulan Juli 2015 anak dari bapak Gunawan yang bernama Ani atau Nie fa datang kerumah saya untuk meminta bantuan agar dapat mempermudah dirinya membuat Surat Keterangan Tanah (SKT) atas namanya, saya juga diberikan uang tanda terima kasih sebesar Rp. 15.000.000,00 ( Lima Belas Juta Rupiah) oleh orang suruhan Nie Fa. karena saya merasa tidak mempunyai lagi hak atas tanah tersebut, saya menyetujuinya karena wajar Gunawan sudah meninggal dunia jadi anaknya kini ingin memilikinya. Namun saya tidak menjual tanah lapangan bola tersebut, karena kalau saya mau jual mana mungkin saya jual seharga Lima Belas Juta dengan ukuran tanah seluas lebih Kurang 8.250 m2 itu, apalagi pasaran harga tanah sekarang lagi gila-gilanya di Belitung. “ Ucap Zahrina.
            Sastra suami Rosilawarsih yang membeli tanah lapangan Bola Masda Desa Aik Rayak ketika di konfirmasi Via Telepon Seluler mengatakan bahwa dirinya membeli Tanah Lapangan Bola tersebut dari Ibu Nie Fa. “Saya membeli Tanah itu (lapangan Bola Red) dari ibu Nie Fa, kalau tentang spanduk penolakan atas jual beli tanah lapangan bola tersebut oleh warga Desa Aik Rayak  saya belum tahu, karena saya belum pernah melihatnya. Jadi tanyakan saja kepada Nie Fa karena saya membeli tanah tersebut darinya dan sudah memiliki Akta Pelepasan Hak nya (APH) atas nama istri saya. “Kata Sastra mengakhiri pembicaraannya.
            Nie Fa saat dikonfirmasi Via Telepon Seluler mengatakan dirinya tidak tahu sama sekali tentang SKT tersebut. “saya sendiri tidak pernah melihat SKT tersebut bagaimana pula saya bisa menjualnya, coba bapak tanyakan saja kepada Feri, nanti saya suruh hubungi bapak. ”Kata Nie Fa. Selang beberapa menit kemudian ketika dihubungi Feri yang menyebutkan dirinya sebagai Keponakan Nie Fa, Feri menjelaskan bahwa  dulu itu benar tanah milik kakeknya dan Nie Fa menyuruh Kuyung untuk mengurus tanah tersebut, entah bagaimana permasalahannya tanah tersebut bisa dijual kepada Sastra yang didalam suratnya memakai  nama istrinya. “Kami sendiri saja tidak pernah melihat SKT tersebut bagaimana kami bisa menjualnya, kami memang pernah memberikan kuasa kepada Kuyung untuk mengurus tanah tersebut, namun kami tidak tahu sudah sejauhmana pengurusannya. Saya pernah datang ke Kantor Desa Aik Rayak dengan Kuyung untuk menanyakan tentang tanah tersebut, namun Kepala Desa Aik Rayak mengatakan kalau ingin memiliki tanah Lapangan bola tersebut saya harus mengganti lapangan bola beserta Tribun yang ada karena tanah lapangan bola tersebut harus diganti dan kami juga mendengar penolakan masyarakat tentang tanah tersebut. Entah bagaimana tanah tersebut bisa di jual kepada Sastra sedangkan  kita tidak pernah menjualnya dan sampai saat ini kita juga tidak pernah melihat suratnya sama sekali, apalagi tanah itu sudah APH menjadi dua atas nama Rosilawarsih dengan ukuran luas lebih kurang 5.500 m2 juga atas nama Fendi Hariyono dengan luas lebih kurang 2.750 m2 sedangkan kami tidak tahu menahu.  “Tutur Feri.
            Sabirin Sahajid Mantan Desa Perawas Priode Tahun 1990 sampai dengan 1995 sebelum adanya pemekaran Desa, menjadi Dua Desa Perawas dan Aik Rayak Kecamatan Tanjung Pandan pernah memberikan surat pernyataan, bahwa lapangan bola yang dibangun dan dikelola oleh masyarakat Dusun Air Raya 1 ( Satu ) secara swadaya terletak di RT 21 RW 07 Dusun Air Raya 1 diatas tanah Negara bebas eks-pabrik Kaolin. Maka selaku Kepala Desa Perawas pada saat itu saya sarankan kepada masyarakat untuk ditingkatkan dan dirawat sebaik-baiknya lapangan bola tersebut untuk kepentingan seluruh warga masyarakat disekitarnya ( Club Sepak Bola Masda ) Senin 15 Agustus 2016 Sabirin Sahajid.
            Amrullah Kepala Desa Aik Rayak ketika dikonfirmasi  diruang kerjanya mengenai terbitnya SKT dilapangan Bola Masda Desa Aik Rayak mengatakan, saya memang sudah menerbitkan SKT berdasarkan surat yang ditunjukan oleh Kuyung selaku kuasa Nie Fa untuk pengurusan soal tanah tersebut, kalau soal sepanduk penolakan warga terhadap lapangan bola tersebut saya tidak ada pengaruh karena saya merasa tidak bersalah kalau membuatkan SKT tersebut, saya juga pernah membawa masyarakat Aik Rayak waktu kegiatan gerak jalan desa untuk melalui lapangan bola tersebut. Agar Warga tahu bahwa lapangan bola masda sekarang sudah ada yang memilikinya. Saat disinggung tentang bangunan Tribun lapangan bola Masda, Amrullah menjawab saya tidak pernah mau tanda tangan tanda serah terima tribun tersebut. Ucap Amrullah .Sumber Aminudin Silalahi.   ( Ali Hasmara )
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

loading...