Pengunjung Blog

Histats.com © 2005-2014

INFO BABEL

PEMDA BELITUNG

PEMDA BELITUNG TIMUR

BUKA FOTO UNIK ATAU VIDEO UNIK, ANDA AKAN TERSENYUM

200 HEKTAR LAHAN SENGON DI DUSUN AIR MEMBALUN TERLANTAR CABUT IZIN PT.GFI

Diposkan oleh On 5:50 AM with No comments


200 HEKTAR LAHAN SENGON DI DUSUN AIR MEMBALUN  
TANJUNGKELUMPANG TERLANTAR  
CABUT IZIN PT.GREEND FORESTY INDONESIA

PT.GFI Pinjam pakai lahan selama 30 tahun dengan Pemerintah Daerah Beltim, Kemudian ditanami pohon sengon setelah 5 tahun dilakukan Penjarangan dan berjalan setahun setelah itu,lahan tidak diurus lagi sampai sekarang, ada maksud apa mereka ?

Sekretaris LSM Lintar Cabang Kabupaten Belitung Timur menyesalkan sikap PT. GFI yang diduga dengan sengaja menelantarkan lahan sengon yang telah ditanamnya,”  ada apa dibalik ini semua, awalnya pihak perusahaan membuka lahan tersebut untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat air membalun dan sekitarnya,tapi kenapa setelah panen baru setahun tanpa alasan yang jelas 20 an orang karyawannya dirumahkan tanpa diberi gaji sama sekali, sampai saat ini mungkin sekitar 5 orang saja yang masih dipercaya menunggu lokasi sengon tersebut, inikan aneh perusahaan besar dan pabriknya masih beroperasi sampai saat ini tapi ada lokasi sekitar 200 hektar kok ditelantarkan,ini sudah tidak benar,” jelas Sukardi
“ Kami dari LSM Lintar akan meminta kepada Bupati Beltim untuk mencabut ijin PT.GFI karena perusahaan tersebut tidak ada niat baik sesuai komitmen awal, kalau emang ada niat baik perusahaan tidak akan menelantarkan lahan tersebut sampai tahun 2017 ini,  tidak ada alasan pihak perusahaan mengatakan gara gara terjadi kebakaran di lahan sengon akhirnya kegiatan distop itu tidak ada alasan, apa lagi ada isu yang berkembang lahan tersebut mau dialihkan untuk Usaha Pertambangan nah kan ujung ujungnya ada sesuatu yang di rencanakan, jadi kami juga berharap kepada pihak Pemerintah Desa untuk bersikap tegas terhadap pengusaha yang mau menguasai lahan seenaknya tanpa memberikan kontribusi bagi masyarakat setempat, setelah mendapat ijin pura pura dikelolah kemudian ditelantarkan,” ujar Sukardi
“ Kalau kami dari LSM Lintar menyarankan kepada Pemerintah Desa supaya Pak Kades ajukan surat ke Bupati meminta untuk mencabut ijin PT GFI, dan setelah ijin dicabut, lahan pohon sengon sekitar 200 hektar tersebut diserahkan kemasyarakat Dusun Aik membalun untuk dibuat kelompok perkebunan warga atau plasma sengon, baru cari pengusaha yang mau diajak kerjasama, dan kami berharap masyarakat kompak membuat dukungan untuk mencabut ijin GFI, kalau ini sudah kemauan masyarakat maka wajib Pemerintah Desa dan Pemerintah daerah yaitu Bupati Beltim bertindak tegas mencabut izin PT. GFI,”ungkap Sukardi dengan tegas.

Kades Tanjung Kelumpang Candra kepada wartawan mengatakan,” ijin PT.GFI sudah ada pada saat Ahok menjadi Bupati Beltim, dan ijin pijam pakai lahan oleh perusahaan selama 30 tahun,   dokumen kesepakatannya ada dan ternyata pada pelaksanaannya saat ini ditelantarkan, sekarang tidak ada aktifitasnya, hanya sekitar 5 orang yang masih menjaga lokasi tersebut,  warga yang bekerja di lokasi tersebut sekitar 20 orang saat ini tidak dipekerjakan lagi atau saat ini dirumahkan, tanpa ada kejelasan diberhentikan atau masih jadi karyawan, mereka mengeluh kepada saya dan meminta saya untuk bertindak, untuk mencari solusi terbaik bagi perusahaan dan masyarakat, jadi rencananya saya secara resmi sebagai kepala Desa Tanjungklumpang akan membuat surat resmi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung yaitu kepada Bapak Bupati untuk memfasilitasi kami untuk bertemu dengan pihak Perusahaan GFI atau memanggil pihak perusahaan untuk menjelaskan kenapa lahan yang dipinjam pakai selama 30 tahun ditelantarkan, kami minta kejelasan dari pihak perusahaan ada apa sebenarnya,” ungkap Candra dengan semangat.(Tim)
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

loading...