Pengunjung Blog

Histats.com © 2005-2014

INFO BABEL

PEMDA BELITUNG

PEMDA BELITUNG TIMUR

BUKA FOTO UNIK ATAU VIDEO UNIK, ANDA AKAN TERSENYUM

Umur 21 Tahun, Inikah Pasien Progeria Tertua di Dunia?

Diposkan oleh On 6:48 AM with No comments



    Foto: Ilustrasi progeria/Daily Mail
New Delhi, Terlahir dengan progeria tentulah menyedihkan. Bagaimana tidak, progeria adalah sebuah kondisi langka di mana yang bersangkutan tak hanya tampak lebih tua secara fisik tetapi memang mengalami percepatan penuaan dibanding sebayanya.

Karena percepatan inilah, rata-rata pasien progeria takkan hidup sampai lebih dari 13-15 tahun. Namun seorang pria di India mengalami pengecualian.

Namanya Rupesh Kumar. Di tempat asalnya di India, kondisi Rupesh dianggap sangat tak lazim hingga orang tuanya pernah ditawari untuk menjual putranya kepada sebuah rombongan sirkus.

Yang berbeda adalah usianya saat ini mencapai 21 tahun. Hal ini berarti Rupesh bisa saja penyintas progeria tertua di dunia setelah Leon Botha, seorang penyintas lain dari Afrika Selatan meninggal dunia di usia 26 tahun.

Pria asal Hanumanganj, utara Uttar Pradesh, India ini memperlihatkan gejala progeria sejak berusia dua tahun. "Dimulai dengan sakit kepala dan sakit perut yang sering muncul saat dia masih sangat kecil. Kami sudah membawanya ke banyak dokter tetapi tak ada yang bisa mendiagnosisnya," tutur sang ayah, Ramapati (45).

Kata buruh tani tersebut, anaknya hanya diberi obat pereda nyeri lalu disuruh pulang. Seiring berjalannya waktu, orang tua Rupesh mulai melihat perubahan yang aneh pada tubuh putra mereka.

"Kepalanya makin lama makin besar tetapi bobotnya menurun drastis," imbuh Ramapati.

Belakangan Ramapati dan istrinya, Shanti diberitahu jika Rupesh adalah penderita progeria yang tidak dapat disembuhkan. Namun Rupesh tergolong beruntung karena bisa hidup hingga mencapai usia 20-an tahun.

"Mayoritas pasien progeria meninggal dunia ketika usianya mencapai 13-15 tahun," timpal dokter yang menangani Rupesh, dr Yugantar Pandey seperti dilaporkan Express.co.uk.

Menurutnya, karena progerialah, pertumbuhan Rupesh terhenti, termasuk memicu kerontokan rambut, penurunan elastisitas kulit, dan pelemahan gigi. Bobot Rupesh sendiri saat ini tak lebih dari 19 kg.

"Ototnya juga kehilangan kekuatan. Dan seperti halnya kasus progeria lainnya, mata Rupesh tenggelam di dalam kelopak matanya dan kulitnya memucat," lanjut Pandey.

Berada dalam keputusasaan, sejauh ini orang tua Rupesh hanya bisa melayangkan surat kepada Perdana Menteri India Narendra Modi untuk memohon bantuan. Sembari menunggu balasan, Pandey dan organisasi non-profit yang dijalankannya, Ashutosh Memorial Trust membantu keluarga ini memastikan segala kebutuhan medis Rupesh terpenuhi./ Sumber : http://health.detik.com/read/2017/04/29/200358/3487734/763/berumur-21-tahun-inikah-pasien-progeria-tertua-di-dunia?utm_source=twitter&utm_medium=oa&utm_content=detikcom&utm_campaign=cmssocmed
  
Kisah Pria Berwajah Kakek-kakek yang Meninggal di Usia 20 Tahun
 Foto: Instagram jamiemadley

Ontario, Kanada, Pria ini lahir dengan kondisi langka. Kondisi yang membuat penampilannya terlihat jauh lebih tua dari usia sebenarnya. Kemudian dia meninggal di usia 20 tahun.
Pria bernama Devin Scullion asal Kanada itu memiliki kondisi langka yang disebut progeria atau Hutchinson-Gilford Progeria Syndrome (HGPS). Seperti anak-anak lain dengan kondisi ini, Devin menunjukkan tanda penuaan yang lebih cepat di masa kanak-kanaknya.
Mereka yang memiliki progeria diperkirakan hanya bisa bertahan hidup sampai usia 14 tahun. Karena itu itu Devin yang bisa mencapai usia 20 tahun dianggap sebagai suatu keajaiban.
Sebelumnya, selama 7 tahun Devin terlibat dalam penelitian klinis Boston Children's Hospital, terkait uji coba obat Lonafarnib.
Kabar duka kematian Devin disampaikan sang ibu, Jamie Madley, melalui Twitter dan Instagram-nya pada 23 Januari 2017. "Selalu di hatiku. Esok tidak akan sama lagi tanpamu, terimakasih sudah mengizinkanku untuk menjadi ibumu," begitu tulis Jamie sembari berharap anaknya beristirahat panjang dengan damai.
Kabar sedih itu tak hanya dirasakan orang-orang dekat Devin dan ibunya, tetapi juga orang-orang yang selama ini mengikuti kisah Devin. "Turut berduka dengan kehilangan ini. Saya mengikuti kabar Anda berdua selama tiga tahun ini dan yang Anda berdua lakukan turut menceriakan hari saya. Semoga Anda dan keluarga diberi kekuatan melalui masa-masa yang sulit," komentar salah satu pengguna Instagram.
Devin Scullion yang lahir dengan kondisi langka, progeria (Foto: Twitter Jamiemadley)
Anak yang mengalami progeria umumnya terlihat normal saat lahir dan di awal-awal kehidupannya.Namun, mereka kemudian mengalami gagal tumbuh. Karakteristik wajah yang dialami pasien progeria misalnya mata menonjol, hidung tipis dengan ujung yang berparuh, bibir tipis, dagu kecil, dan telinga yang menonjol. Progeria juga bisa menyebabkan rambut rontok, kulit keriput, kelainan sendi, dan hilangnya lemak di bawah kulit.
Meski demikian, kondisi ini tidak mempengaruhi perkembangan intelektual atau motorik yang bersangkutan. Akan tetapi orang dengan progeria bisa mengalami pengerasan arteri yang parah sejak masa kanak-kanak yang menambah risiko mereka terkena serangan jantung atau stroke di usia muda. Inilah alasan mengapa orang-orang dengan progeria diperkirakan tidak berumur panjang.
Menurut Progeria Research Foundation, kondisi tersebut mempengaruhi sekitar satu dari 20 juta orang. Diperkirakan ada 350-400 anak dari berbagai penjuru dunia yang hidup dengan kondisi tersebut. Sumber : https://health.detik.com/read/2017/01/24/115321/3403920/763/kisah-pria-berwajah-kakek-kakek-yang-meninggal-di-usia-20-tahun



Bertubuh Seperti Nenek-nenek, Gadis Ini Meninggal di Usia 18 Tahun

Foto: BBC
Jakarta, Ontlametse Phalatse, seorang remaja perempuan asal Afrika Selatan dikabarkan telah meninggal dunia. Meski usia Ontlametse yang sebenarnya masih 18 tahun namun tubuhnya adalah seorang wanita tua akibat kondisi genetik yang diidap.
Ontlametse diketahui sebagai perempuan hitam pertama di Afrika Selatan yang didiagnosa dengan kondisi langka sindrom progeria. Kondisi tersebut membuat tubuh Ontlametse menua dengan sangat cepat dan dokter memprediksi bahwa usianya tak akan lebih dari 14 tahun.
Meski tidak ada obat yang bisa menyembuhkan progeria, Ontlametse tidak berkecil hati. Ia selalu berusaha menikmati hidup membuat namanya mencuat di antara masyarakat sekitar.
Di ulang tahunnya yang ke-18 Ontlametse bahkan berkesempatan merayakannya bersama Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma. Sang presiden berencana untuk memberikan langsung Ontlametse hadiah mobil namun sayang niat tersebut tak pernah terlaksana.
"Seorang pejuang muda telah gugur. Semoga semangatnya menginspirasi orang lain yang juga hidup dengan disabilitas atau kesulitan lain untuk bisa terus maju menjalani hidup seutuhnya. Kami semua bangga padanya," tutur Presiden Zuma seperti dikutip dari BBC, Kamis (13/4/2017).
Sindrom progeria sendiri diperkirakan bisa memengaruhi satu dari empat juta kelahiran anak di dunia. Pada saat lahir anak dengan progeria awalnya tampak normal namun ketika semakin dewasa pertumbuhannya lambat dan berat badannya tidak bertambah sesuai umur. https://health.detik.com/read/2017/04/13/122943/3473693/763/bertubuh-seperti-nenek-nenek-gadis-ini-meninggal-di-usia-18-tahun




Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

loading...