Pengunjung Blog

Histats.com © 2005-2014

INFO BABEL

PEMDA BELITUNG

PEMDA BELITUNG TIMUR

BUKA FOTO UNIK ATAU VIDEO UNIK, ANDA AKAN TERSENYUM

Diduga Ada Gratifikasi oleh PT HSBS pada saat pembagian Plasma sawit di Desa Simpang Pesak

Diposkan oleh On 6:12 AM with No comments


Yang menikmati hasilnya bukan masyarakat miskin tapi justru dinikmati oleh oknum Pejabat yang sebenarnya tidak berhak mendapatkan plasma, tapi fakta dilapangan masyarakat yang membutuhkan justru tidak diperhitungkan dan yang dapat diduga mendapat jatah oknum Pejabat Pemda, oknum Petinggi PT. HSBS, Mantan Camat, Kades mantan Kades, perangkat desa beserta istri dan anak anaknya serta keluarga keluarga lainnya.

Berdasarkan Informasi beberapa waktu lalu dengan Kepala Desa Simpang Pesak, Suryanto secara singkat mengatakan,”  pembagian kebun plasma PT HSBS berdasarkan kepala keluarga (KK) sejumlah 400 KK sesuai dengan kesepakatan pembagian 40% dari luas areal perkebunan PT HSBS yang berjumlah 812 hektar, selanjutnya saya tidak ikut campur lagi,” jelas Suryanto.

Ketua LSM LIntar Beltim didampingi Sekretarisnya Sukardi mengatakan,” Indikasi Gratifikasi terhadap penjabat di wilayah Belitung Timur Provinsi Babel jelas sekali dan diduga terbukti berdasarkan data pada daftar nama petani penggarap di Desa Simpang Pesak Kecamatan Simpang Pesak Kabupaten Belitung Timur. Seharusnya yang menerima adalah masyarakat yang tidak mempunyai lahan dan mereka yang kehidupannya morat marit, tapi kenyataannya justru sekitar 40 Hektar lahan plasma diberikan kepada mereka yang serba kecukupan, punya gaji, anak beranak dan petinggi PT. HSBS. 
Perusahaan yang berdiri sejak tahun 2007 itu “terpaksa” menyerahkan areal perkebunan seluas 372,02 hektar setelah gagal mendapat izin Hak Guna Usaha (HGU) untuk mendapatkan lahan baru. Selama ini PT HSBS hanya  mengantongi izin lokasi yang diterbitkan Pemerintah Daerah Belitung Timur yang sudah berakhir sejak 16 Maret 2010.
Ironisnya, hampir semua petinggi PT HSBS kebagian lahan perkebunan yang diduga tidak mengantongi Izin Usaha Perkebunan. Dari daftar petani penggarap yang sudah menerima sertifikat lahan terdapat nama-nama PNS dan pengusaha serta beberapa orang yang berdomisili di luar Desa Simpang Pesak.
Aroma Nepotisme makin menyengat tajam ketika perangkat desa dan kroni Kepala Desa Simpang Pesak, namanya tercantum sebagai penerima sertifikat lahan plasma yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Belitung Timur, saat itu dr.Basuri Tjahaya Purnama.
Dari 372,02 hektar yang dijadikan kebun plasma, diserahkan kepada 400 orang sebagai petani penggarap dengan pembagian lahan yang bervariasi antara 0,5 hektar sampai 1,5 hektar. Dari 400 nama penerima sertifikat plasma tidak mengacu pada nama kepala Keluarga, ini terlihat dari banyak orang satu nama  mendapat 2 sertifikat, bahkan satu rumah bisa mendapatkan 6 sertifikat dengan rincian kepala keluarga, isteri dan anak masing-masing mendapatkan 2 lahan sertifikat kebun plasma.

Diduga Penyerahan kebun plasma PT HSBS seluas 372,02 hektar ditukar dengan pemberian lahan baru seluas 750 hektar. “ diduga tidak pernah ada sosialisasi untuk pemberian lahan perkebunan baru untuk PT HSBS,  kemudian yang terjadi pemberian lahan bukan lagi berdasarkan KK, ini terlihat dari daftar penerima yang terdiri dari Kepala keluarga, isteri dan anak dalam satu keluarga, bahkan diduga ada 59 penerima yang menerima 2 Sertifikat dan seorang penerima plasma yang menerima 3 Sertifikat, dari data yang berhasil dihimpun diduga PT HSBS hanya menyerahkan kebun plasma sekitar 260 hektar, sisanya adalah lahan masyarakat yang akan dijadikan kebun plasma dan 59 hektar adalah lahan masyarakat yang sudah memiliki surat keterangan tanah (SKT), “ ungkap Hendry

Menurut Oman Anggari, SH Ketua Komisi II DPRD Beltim,”  Plasma yang diberikan seharusnya kepada masyarakat setempat yang benar benar tidak mampu, dan jika memang sudah kelebihan maka Perusahaan berhak memberikannya kepada masyarakat tetangga Desa sebelahnya dan itupun untuk mereka yang tidak mampu, kalau yang diberi Plasma orang yang mampu ada apa ya ?
“Yang lebih parahnya lagi ada oknum pejabat yang juga mendapatkan jatah plasma termasuk oknum PNS, perangkat Desa, oknum camat, petinggi dan karyawan PT.HSBS, mereka yang mendapatkannya istri, suami, anak dan keluarga lainnya” jelas Oman. ( Ali Hasmara )

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

loading...