Pengunjung Blog

Histats.com © 2005-2014

INFO BABEL

PEMDA BELITUNG

PEMDA BELITUNG TIMUR

BUKA FOTO UNIK ATAU VIDEO UNIK, ANDA AKAN TERSENYUM

“ CABUT IZIN PT. DHIKA YOGATAMA “ PENAMBANGAN PASIR DI BATU AIR SIMPANG PESAK BELTIM DENGAN SISTIM POMPA HISAP DIDUGA ILEGAL

Diposkan oleh On 7:42 AM with No comments




 LSM Lintar Cabang Beltim akan membawa masalah ini ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah            ( DPRD) Belitung Timur, karena selama ini Dinas Dinas terkait seolah olah tutup mata,karena sudah setahun melakukan rapat bersama dengan pertambangan dan BPLHD faktanya Penambangan Pasir dengan pompa Hisap tidak ada revisi UPL/UKL terus beraktifitas,diduga tanpa mengantongi izin.

Ketua LSM Lintar Belitung Timur didampingi Sekretarisnya Sukardi kepada wartawan mengatakan,” sejak tahun lalu kami sudah kelokasi dan penambangan pasir menggunakan pompa hisap sudah beroperasi, dan pihak perusahaan tidak mau dihubungi dan tutup mata atas aktifitas tersebut, pihak pengesub yang melakukan penambangan juga bekerja tanpa ada yang berani menghentikan,   diduga kegiatan ini tanpa mengantongi izin revisi UPL/UKL, pihak perusahan mengatakan sejak tahun lalu sudah melakukan pembahasan rapat bersama pertambangan dan BPLHD di ruangan meeting pertambangan Beltim, faktanya ketika kami ke lokasi lagi pada hari jumat 28 Juli 2017 sampai saat ini kegiatan terus berlangsung, dan revisi UPL/UKL diduga belum ada, kalau memang sudah ada pembahasan kenapa pihak pertambangan dan BPLHD tidak memproses ?, nyatanya kegiatan tersebut illegal dan seharusnya distop tapi ,kenapa pihak pertambangan dan BPLHD tutup mata ? ada apa ?  apakah ada oknum oknum yang sudah tercemar oleh limbahnya ?
Sdr.Candra pemegang IUP PT.Dhika Yoga Tama pemilik Pertambangan Pasir di Dusun Batu Air Desa Batu Itam Kecamatan Simpang Pesak Belitung Timur melalui smsnya kepada wartawan menjelaskan,” Kami sudah bahas dengan pertambangan sejak tahun lalu, dan kami juga sudah membuat revisi  UPL/UKL untuk menggunakan Pompa Hisap, mohon dikonfirmasi dengan BPLHD, sebaiknya bapak cek dengan BPLH, supaya bapak lebih yakin,” jelas Candra dalam smsnya.
“ Silahkan Bapak tanyakan langsung dengan pertambangan (Pak Kecang dan Pak Annur), apakah benar tahun yang lalu, pernah dilakukan rapat bersama pertambangan dan BPLHD, di tempat ruang meeting pertambangan soal sistem pengambilan dengan sistem pompa hisap untuk CV Dhika Yogatama, dimana untuk teknis pengambilan pasir adalah kewenangan dari Pertambangan, kecuali dampak yang keluar dari IUP adalah kewenangan dari BPLHD, dan kami tetap melakukan revisi UPL/UKL dengan BPLHD, yang dilakukan oleh konsultan kami, dan sistem pompa hisap kami tidak beda dengan panglong, dimana air tetap dilakukan sirkulasi tertutup, sehingga tidak menimbulkan dampak keluar dari IUP kami, kami sudah mengajukan revisi tersebut silahkan ditanyakan langsung dengan Pak Rizal BPLHD,” ungkap sms Sdr. Candra kepada wartawan.

Kepala Bidang lingkungan Hidup BPLHD Beltim Sdr.Rizal kepada wartawan mengatakan,” betul CV.Dika Yogatama pernah mengajukan surat untuk peubahan metode izin lingkungan sebelumnya ke izin lingkungan yang baru pada tanggal 4 juli 2017, berkas administrasi yang di ajukan tersebut kami kembalikan di karenakan ada kelengkapan administrasinya tersebut belum lengkap dan sejak di kembalikan berkasnya hingga hari ini setahu saya  belum mengeluarkan bentuk rekomendasi perubahan apapun kepada CV. Yogatama, sepanjang pengajuan metode perubahan izin lingkungan tersebut tidak terpenuhi persyaratannya kami tidak bisa menjawab kelayakan metode perubahan tersebut,” tegas Sdr. Rizal.

Ketua Ormas Laki Sdr.Ibnu menambahkan ,”  CV. Dika Yogatama di duga sudah melakukan tambang ilegal selama setahun sebab pengajuan surat perubahan metode izin lingkungan baru di ajukan pada tanggal l4 juli 2017 sedangkan perusahaannya sudah melakukan kegiatan tambang  di subkan ke pengusaha lain dengan melakukan penambangan pasir menggunakan pompa hisap, kurang lebih 1 tahun, dan Saya Sebagai Ormas Laki meminta kepada seluruh aparatur terkait agar bisa mengambil tindakan hukum sesuai dengan undang- undang lingkungan hidup maupun undang- undang minerba, dan  rencana saya akan melayangkan surat ke menteri lingkungan hidup secepatnya,” tegas Ibnu. ( Ali Hasmara )
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

loading...