Pengunjung Blog

Histats.com © 2005-2014

INFO BABEL

PEMDA BELITUNG

PEMDA BELITUNG TIMUR

BUKA FOTO UNIK ATAU VIDEO UNIK, ANDA AKAN TERSENYUM

Diskusi KPPI Dan Masa Depan Demokrasi Di Kedai Makmur Belitung

Diposkan oleh On 5:43 PM with No comments

" Engkau "
Wahai engkau, katanya fisikmu lemah, tapi engkau mampu melahirkan satu peradapan dari rahimmu, wahai engkau katanya jiwamu lemah, tapi engkau selalu melawan,  Malam terbangun ketika anakmu menangis, Wahai engkau, katanya kamu cengeng, tapi rautmu tidak pernah tergambar kesedihan sedikitpun, Wahai engkau aku tahu dirimu tak rapuh, dirimu tak lemah, dirimu tak cengeng,  buktinya hari ini engkau tetap berdiri kokoh  di hadapanku, lalu ijinkan aku bertanya siapa dirimu ternyata engkau perempuan hebat itu, Kaukus Perempuan  Politik Indonesia dan untukmu Demokrasi,  Centrum Arete 1 Nopember 2019 " ( Saifuddin )

Hellyana Anggota DPRD Babel dan *saifuddin al mughniy*, direktur eksekutif *Centrum Arete Institute*

Acara NGOPI Be.. ( Ngobrol Pintar Bersama Centrum Arete Institutey
Yang ke 12 di Kedai Makmur Tanjungpandan Belitung Jumat, 1 Nopember 2019 pukul 20.00 wib tentang KPPI Dan Masa Depan Demokrasi  menghadirkan Anggota DPRD Propinsi Babel HELLYANA anggota dari Fraksi PPP saat ini menjabat sebagai ketua Komisi I, hadir sebagai undangan KPPI Belitung, KPPI Beltim, IKPB Pusat, KNPI Belitung dan beberap tokoh pemuda, masyarakat dan undangan lainnya.

Dalam pembukaan diskusi ini Saifuddin al mughniy, direktur eksekutif  Centrum Arete Institute , sebagai moderator mengatakan, " Centrum Arete ini sebenarnya adalah laboratorium kecil khususnya ditengah tengah kita dan ini adalah diskusi yang ke 12 dengan tema tema berbeda sesuai apa yang terjadi di tengah tengah maayarakat kita, dan pada malam hari ini tentu berbeda sekali perbincangan kita karena pada hari ini hadir Ibu Hellyana anggota DPRD Propinsi Babel yang mewakili kaum perempuan tangguh dan disini juga hadir laki laki untuk menyumbangkan pikirannya untuk diskusi Kaukus Politik Perempuan Dan Masa Depan Demokrasi, perbincangan ini bukan hanya sekedar perbincangan atau diskusi biasa tapi banyak fakta 30 persen Kouta perempuan untuk di parlemen tidak terpenuhi, saya banyak berkomunikasi dengan kaum perempuan ketika mereka terjun ke dunia politik mereka selalu mengatakan bahwa kami hanya sebagai syarat pelengkap adminitrasi untuk masuk sebagai caleg, saya kutip kalimat ibu Hellyana Pelengkap penderita, Pelengkap bagi yang duduk di DPRD dan menderita bagi yang kalah, kemudian ada beberapa faktor menyebabkan kaum perempuan tidak terlalu  mencintai dunia politik yang pertama wanita cendrung dipenjara dengan model patriarki, dia tidak boleh bergaul, tidak boleh masuk deretan poltik, pertentangan pertentangan biologis, ada sebagian orang mengatakan bahwa perempuan tidak boleh masuk di arena kekuasaan atau diarena politik ada juga yang mengatakan itu sah sah saja," jelas Saifuddin


Hellyana anggota dari Fraksi PPP saat ini menjabat sebagai ketua Komisi I DPRD Propinsi Babel yang dihadirkan sebagai narasumber, kepada wartawan mengatakan, " saya sampaikan bagaimana KPPI terbentuk ini saya sadur dari website bahwa Kaukus Perempuan Politik Indonesia, disingkat KPPI,  merupakan organisasi perempuan pegiat politik yang didirikan tahun 2000 dengan anggota pengurus berasal dari seluruh partai politik peserta pemilu. KPPI lahir dari rahim gerakan reformasi yang menginginkan perubahan kehidupan demokrasi yang lebih maju, adil, sejahtera dan bermartabat. Kehadiran KPPI diinisiasi oleh aktivis perempuan yang ingin menyatukan ide, gagasan, karya, dan karsa guna memberikan kontrbusi yang riil pada pencapaian tujuan nasional bangsa Indonesia.
Atas karunia dan Rahmat Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa, 9 orang aktivis perempuan Indonesia dari 7 Partai Politik yakni: Hj. Miranti Abidin (PAN), Hj. Juniwati Masjchun Sofwan (PG), Dra. Hj. Noviantika Nasution (PDI –P), Ir. Hj. Nurul Chandra Sari (PBB), Ir.Hj. Tari Siwi Utami (PKB), Dra. Hj. Rini Amaludin (PG), Dra. Rosmailis Idris (PAN), Hj. Mahfudhah Ali Ubaid (PPP) dan Dra. Herawati Noor (PKS) telah mewakili para perempuan pergerakan yang terdiri dari unsur mahasiswa, partai politik, dan LSM, menyatakan tekat yang kuat untuk berhimpun dalam suatu wadah yang bernama Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI).

KPPI ingin memastikan bahwa proses demokrasi di Indonesia mengarah pada upaya pemenuhan, perlindungan dan pemberian jaminan hak-hak perempuan, termasuk dalam bidang politik, sebagai hak asasi yang harus dipenuhi negara. Dengan kata lain, KPPI ingin memastikan  terjadinya perubahan situasi sosial dan politik yang menyejahterakan kaum perempuan.

KPPI sepenuhnya menyadari bahwa perjuangan politik perempuan sangat penting, mengingat dasar perjuangan ini merupakan intisari dari semangat proklamasi sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945. ( https://kppi.co/tentang-kppi/), jelas Hellyana
" Alhamdulilah karena amanah partai, sekarang saya memahami ketika kita berpolitik  tidak bisa mundur harus maju terus sampai tidak dipilih lagi dari orang, tapi saya selalu berdoa Ya Allah Kalau Aku Naik dengan cinta turunkan aku juga dengan cinta, kita kembali ketujuan kita apa, itu yang kita pikirkan, kalau ibu ibu tidak hadir tidak ikut berjuang apa yang terjadi, kita berjuang untuk ikut mensejahterakan daerah kita, yang tahu apa yang terjadi ya ibu, jadi jangan sampai idealis ini dipatahkan, kedepan saya akan lebih terbuka lagi manfaatkan saya kalau ibu butuh bantuan dan informasi dari saya, dan tolong ingatkan saya jangan bosan bosan , maksud kami, kami ingin ikut berjuang mencerdaskan bangsa, menyehatkan bangsa dan mensejahterakan bangsa jadi tolong suport kami tolong izinkan kami tolong bapak bapak, ibu ibu kawal kami tolong lindungi kami dari hal hal atau situasi yang tidak memungkinkan, jadi Insya Allah kedepannya kami lebih cepat merumuskan program program yang sudah direncanakan,  semoga lima tahun kedepannya KPPI Belitung dan Belitung Timur terus berjuang dan bisa melahirkan wanita wanita tangguh yang duduk di parlemen  " ungkap Hellyana

Dalam sesi tanya jawab KPPI yang sangat antusias, Hellyana berjanji akan memperjuangkan supaya 9 anggota DPRD perwakilan Belitung bisa bertatap muka dengan masyarakat di Belitung pada masa reses,  kemudian keluhan keluhan masukan tentang 30 % keterwakilan perempuan diperlemen, tentang pendidikan, guru, anggaran dana desa, perjuangan untuk menggolkan KEK di Belitung dan lain lainnya direspon positif dan akan diperjuangkan dan ditindak lanjuti,
Akhir dari diskusi ini dilanjutkan dengan berfoto bersama. ( Ali Hasmara )
Next
« Prev Post
Previous
Next Post »

loading...